Last Comment

Turbo Comentator

BINGUNG BAHASA ASING ? NO PROBLEM ! INI SOLUSINYA !!!

 

DOWNLOAD BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK GRATIS

BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK
(BSE)
SD-MI, SMP-MTs, SMA-MA, SMK
Silahkan klik langsung pada nomornya!
Bilamana klik pada gambar Buku Terbuka, atau Info/Berita Pendidikan, pastikan akan mendapat banyak manfaat Ilmu Pengetahuan!

DOWNLOAD GRATIS

SD/MI
Kelas

1, 2, 3, 4, 5, 6

SMA/MA
Kelas

10, 11, 12

SMP/MTs
Kelas

SMK
Kelas

10, 11, 12

"Info/Berita Pendidikan"

 

 

 

WISATA RELIGIUS SMAN 1 KRAKSAAN 2009-2

Diposting oleh SMA NEGERI 1 KRAKSAAN On 09.11

Kisah II

IKUT ? TIDAK ! IKUT ? TIDAK ! TAKUT ? IKUT ? IKUUUT !!!

1. Maunya Tidak Ikut – Keputusan 0 %.

Pada dasarnya SUHU tak ingin ikut. Mengapa ? Karena sudah 10 tahun terakhir ini, terlebih-lebih 6 tahun terakhir ini, tak suka pergi-pergi khususnya urusan hiburan piknik. Piknik kan bisa menghilangkan ketegangan ? Justeru jadi tegang bilamana pergi piknik. Kok bisa ? Bisa saja. Alasannya ? SUHU request very sorry, it's very secret and very privacy. Bilamana pergi urusan Sekolah atau Berburu Ilmu masih tetap jalan. Karena tak mau ikut, keputsannya ya 0 % ikut. Meskipun banyak Teman Guru mengajak dengan iming-iming tertentu, ya tetap saja tak mau ikut.


2. Permintaan Bapak Nasor.

· Permintaan 1 – Keputusan 0 %.

Sekitar seminggu sebelum berangkat ke Madura, Bapak Nasor sempat bertanya kepada SUHU,"Nanti ikut ke Madura kan !". Jawabnya tegas dan lugas,"Tidak :Pak !". Kenapa ? Maaf Pak, akhir-akhir ini tak suka pergi piknik. Lho ! Kali ini lain kok … ! Ini Wisata Religius, kalau tak ikut rugi lho … ! Maaf Pak … tidak rugi Pak … ! Lalu beliau tidak melanjutkan dialognya.

· Permintaan 2 – Keputusan 5 %.

Beberapa hari kemudian beliau bertanya lagi dan benar-benar berharap agar SUHU ikut ke Madura. Beliau berkata,"Wisata kali ini sangat cocok untuk panjenengan … !", lalu disambung beberapa ulasan yang intinya supaya mau ikut. Namun jawaban tetap seperti sebelumnya yakni tidak ikut. Sebenarnya saat itu sudah berubah 5 %, namun tak disampaikan kepada beliau. Cukup disimpan rapat-rapat di hati.

· Permintaan 3 - Keputusan 70 %.

Satu (1) hari menjelang keberangkatan beliau ke Ruang Guru dan di situ pas ada SUHU dan beliau sedang berbincang-bincang dengan beberapa teman di Kursi Tamu Ruang Guru yang intinya sedang membahas WISATA RELIGI KE PULAU MADURA yang akan dilaksanakan pada hari Jum'at malam Sabtu tanggal 26 malam 27 jam 24.00 berangkat dan semua peserta sudah wajib datang. Rupanya beliau tak menyerah juga. SUHU kira sudah tak ingin mengajak lagi, ternyata meleset. Intinya benar-benar supaya ikut dan dibutuhkan banget untuk urusan ini. Beliau sangat ngebet mengajak dengan target utama ingin sharing sejauh mana AURA YANG MUNCUL sewaktu di MAKAM ASTA TINGGI Sumenep dengan di MAKAM ASY SYAIKH YUSUF. Beliau sempat mengulas perihal ini. Sebenarnya SUHU sudah tahu jawabannya meskipun belum pernah ke sana, hanya saja simpan rapat-rapat di hati, sebab belum saatnya LAUNCHING. Lantas beliau bertanya lagi, bagaimana … jadi tak ikut ? Kalau tak ikut, rugi banget lho. Jawab SUHU,"Kayaknya tetap tak bisa ikut Pak … ! Padahal yang sebenarnya mulai ada keputusan sebesar 70 % ikut. Hanya saja, kuatir 0 % persen lagi, apalagi mendingan berlibur pulang ke kampong halaman saja yakni di Tuban, maka tetap dijawab begitu. Sebenarnya pula ya agak kecewa juga beliau dijawab begitu karena kok tetap saja tak ada perubahan, namun SUHU cuek saja. Meski begitu, SUHU sempat berkata sebelum meninggalkan Ruang Guru,"Pak … begini saja lho Pak … bilamana nanti malam ada dalam rombongan berarti ikut dan bilamana sebaliknya berarti ya tidak ikut … !". Dijawab begitu, beliau hanya senyum-senyum simpul.

3. Satu Guru Bahasa Jepang Ikut, Namun Takut.

Di saat teman-teman Guru dan TU termasuk Kepala Sekolah dan Komite Sekolah sedang sibuk mempersiapkan diri akan berangkat ke Pulau Madura, justeru SUHU pada malam Jum'at dini hari yakni pukul 02.00 panen cucian dengan maksud setelah dicuci, diseterika, lalu ambil keputusan … ikut ke Madura ataukah berangkat berlibur di Rengel – Tuban. Begitu hari masuk pertama, tinggal pakai. Pagi harinya sekitar 07.00 ditegur Bapak Hasan, SPd,"Om … ! Pakainnya kok begitu … ? Memangnya kenapa … ? Saya kan bukan Wali Kelas. Yang seragam Pakaian Saat Wisuda Kelas XII barusan kan Wali Kelas, berarti untuk saya suka-suka saya, yang penting sopan dan sesuai hariannya selama ini … ! Jawab SUHU dengan mantab tanpa ada rasa salah. Lalu beliau ngomong lagi, "Lho Om … ! Yang usul waktu Rapat Kemarin kan Om sendiri, mask tak pakai seragam … kan aneh … ? Jawab SUHU lagi,"Apanya yang aneh … dan Rapat Apa siiih … ? Beliau menjawab,:"Ya jelas aneh …katanya Panitia Pembangunan Masjid/Musholla supaya diperkenalkan kepada Wali Murid saat pengarahan di AULA TERBUKA sebelum mereka mendapat RAPORT ANAK-ANAKNYA. Naa … begitu usulnya saat Rapat Kenaikan Kelas … ! Jawab SUHU lagi,"Ooo … yang itu .. itu maksudnya Seragam Yang Dipakai Hanya Khusus Wali Kelas Saja dan Kepala Sekolah dan saat ini Pakainnya sudah dicuci tadi malam dan sekarang masih basah. … dan akan dipakai ke Madura ! Beliau ngomong lagi,"Hah !!! Dicuci !!!??? Basah ???". Ke Madura tak usah pakai begituan Om .. ! Jawab SUHU,"Ya, memang begitulah … !". Lalu beliau ngomong lagi,"Seterika saja Om biar kering …!". Haaah … !!! SUHU 0,33 terperanjat … !!??? Kemudian beliau berkata lagi dan menjelaskan bahwasanya pemahaman SUHU keliru. Setelah direnungkan penjelasan Bapak Hasan sangat masuk akal, wow langsung cabut dan segera ambil pakaian basah yang sedang dijemur. Lalu dikebutkan berulangkali dan bahkan berulangsungai di dalam Jeding Ruang Guru sehingga menimbulkan Suara Ledakan Yang Dahsyat … untungnya tidak menimbulkan Angin Puting Beliung. Lalu buru-buru menyeterikanya sampai siap dipakai. Selesai dipakai, Bapak Hasan senyam-senyum dan sempat berkisah bahwasanya sebagian Teman di Ruang Guru sempat kaget, kok tiba-tiba ada Suara Yang Menggelegar yang muncul dari Arah Kamar Mandi Ruang Guru. Setelah dijelaskan olehnya, mereka jadi paham dan jadinya ketawa-ketawi, cekikak-cekikik … buuuh ada-ada saja kata mereka.

4. Kerduskan Mangga Gadung.

Menjelang Sholat menyempatkan memasukkan Mangga Sekolah yang buahnya tak begitu banyak, ternyata sudah masak. Maunya biar dibawa ke Madura meskipun SUHU tak ikut. Syaratnya, jangan dibagi satu-satu per orang. Yang jelas tak cukup mangganya. Biar cukup dikupas dan diiris-iris dan ini tugasnya Ibu Yerry (WAKASEK PERGORENGAN ) dan Ibu Sri Yulis (WAKASEK RUJAK)..

5. Go To Tuban ? - Go To Madura ?

Usai Sholat Maghrib, mulai menyeterika Hasil Panenan Cucian. Tiba-tiba ada telepon berdering. Siapa ? Ternyata Ibu Husnul. Beliau bertanya,"Teman-teman sudah dating !" Belum … jawab SUHU. Satupun … ? Ya … Lho … !!! Memangnya ada apa ? Lantas beliau berceritera yang intinya keluar malam-malam takut. Lalu SUHU bilang, coba ngebel saja ke Pak Taufiq atau Ibu Eka … ! Untuk apa … ? Ya biar dijemput … . Waah rupanya usulan SUHU sempat membuat beliau bingung, apalagi Tuan Rumahnya sedang pergi Padang-Sumatera Barat. Akhirnya saran SUHU, jikalau memang takut, silahkan datang saja sekarang dan selanjutnya terserah panjenengan … !!! Oi-oi … ternyata tak lama kemudian BELIAU AKHIRNYA DATANG JUGA … ! Wuih … kayak Bintang Film Sinetron saja … !!!????? Yang jelas, SUHU sangat sibuk dengan seterikaan. Kira-kira 45 menit kemudian, datanglah Dewi Amaliatur yang baru saja WISUDA. Lantas SUHU bertanya," Dewi mau ke mana … ? Mau ikut Ibu Husnul Pak … ! Ooo begitu taa … !!! Singkat ceritera, akhirnya 2 makhluk yang tak menyeramkan ini tiduran di atas Kursi panjang di mana Si Dewi di bagian selatan dan Ibu Husnul di bagian utara. Entah mimpi apa tak tahulah … yang jelas SUHU sibuk dengan urusan seterikaan sambil bergelut untuk ambil keputusan yakni IKUT KE MADURA ataukah GO TO TUBAN TOMORROW … !!!

6. Tegur Sapa Bapak Kismoyoadi.

Sekitar jam 21.00 banyak teman yang dating termasuk Bapak Kismoyoadi dan Ibu Tri Andayani. Sekitar jam 23.00 Bapak Kismoyoadi sempat menggoda SUHU. Ingin tahu … ? Beliau berkata sambil pegang kusen pintu kamar bagian utara dan SUHU tetap asyik menyeterika yakni :

"ASYIIIK … ADIKKU SING PALING GANTHENG MAU IKUUT … !". SUHU langsung menjawab,"Belum tentu … dan sekarang ini sedang bertarung, ke Tuban ataukah ikut ke Madura. Jadi … belum tahu hasilnya … !!! Beliau berkata lagi,"Itu kok menyeterika … !". Ini maksudnya begitu datang dari Tuban, semua pakian sudah siap dipakai begitu KAKANG MAS PRABU … !!! Amboooy … kayak KETHOPRAK SING ORA PAYU … !!!! Husssttttt …… !!!

7. Ikutlah Akhirnya.

Jam berangkat semakin dekat, namun belum ada keputusan. Lima belas (15) menit sebelum jam 24.00 WIB, akhirnya ambil keputusan spektakuler. Huh … !!! Begini saja kok spektakuler … !!! Yes, bagi SUHU ini Keputusan Yang Luar Biasa sebab pada dasarnya tidak ingin ikut. Lantas apa yang menjadi Dasar Landasan Pengambilan Keputusan. Pertimbangannya :

· Pada dasarnya memang sudah sangat lama ingin ke Madura yakni pasca Lulus D3 IKIP Malang 1987, namun inginnya sendirian biar bisa berlama-lama di sana. Rupanya belum kesampaian.

· Undangan Ghoib dalam Alam mimpi pada tahun 1994 yang silam, di mana pada saat tidur bermimpi masuk ke Istana Keraton Cakraningratan Sumenep, lalu tiba-tiba ADA SUARA GHOIB yang inti perkataannya : "SEBAGIAN LELUHURMU ADA DI SINI. OLEH KARENA ITU, SEMPATKAN BERZIARAH KE SINI. SOAL WAKTU, TERSERAH … KAPAN SAJA . Lalu SUHU menjawab,"Ya Insyaa Allooh … !!! Rupanya belum kesampaian, apalagi ingin datang sendirian.

· Salah satu Kakek Buyut Kyahi ada di Bangkalan yakni SYAIKHUNA CHOLIL SEPUH. Kakek SUHU dari pihak Ayah seorang Petualang dari Merden-Mandiraja-Banjarnegara-Jawa Tengah. Beliau salah satu Anak Cucu Hasil Perpaduan antara Darah Wali Songo khususnya Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga dan Terah Majapahit, Demak Bintoro, Pajang, Paku Alaman dan Kasultanan Yogyakarta khususnya Pangeran Diponegoro dan Sultan Hamengku Buwono II. Sejak usia SD/IBTIDAIYYAH menjadi santri KYAHI CHOLIL SEPUH BANGKALAN yang biasa dikenal dengan sebutan SYAIKHUNA CHOLIL SEPUH BANGKALAN AL SYARIF HIDAYATULLAH CIREBOONY. Syaikhuna Cholil Sepuh pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Setelah dipandang cukup bekal Ilmunya, maka Kakek SUHU diperintahkan nyantri di Langitan. Setelah beberapa tahun dan menjadi Lurah Pondok, akhirnya diambil menantu untuk dijodohkan dengan Adik Perempuan Bungsu dari K.H. Chozin Asy Syihabyy-Langitan. Kemudian mendirikan Pondok Pesantren sendiri yakni Pondok Pesantren Beron, Desa Punggul Rejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Namun suratan takdir, SUHU tak pernah tahu wajah Sang Kakek, apalagi SYAIKHUNA CHOLIL SEPUH BANGKALAN. Atas takdir Allooh SWT, SYAKHUNAA CHOLIL menjadi salah satu TOKOH SENTRAL SUMBER KEISLAMAN DI INDONESIA . Beliau lebih terkenal daripada Para Kyahinya dan banyak menghasilkan Ulama' Besar di Indonesia, misalnya : K.H. HASYIM ASY'ARI Tebuireng Jombang-Jawa Timur (Pendiri NU), K.H. Abdul Wahab Hasbullah Tambak Beras Jombang-Jawa Timur (Pendukung Utama NU setelah SYAIKHUNA CHOLIL), K.H. Hasan Sepuh PONPES Genggong-Pajarakan-Probolinggo, K.H. ZAINI MUN'IM PONPES NURUL JADID-PAiton-Probolinggo. K.H. Ahmad Dahlan pendiri Muhammdiyah, apakah juga termasuk Santri dari SYAIKHUNA CHOLIL BANGKALAN, SUHU belum mendapatkan keterangan. Hanya saja beliau sebagian Saudara Sepupu K.H. Hasyim Asy'ari. Sewaktu belajar di Mekah, K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan sama–sama menjadi Santri Kinasih dari SYAIKH KHATIB AL MINANGKABAWY. Di kemudian hari, sebagain Santri SYAIKHUNA CHOLIL yang menjadi KYAHI yang notabene Bergaya NU berubah Bergaya Muhammadiyah, AL IRSYAD dan PERSIS. Namun sayangnya hubungan silaturrahimnya terputus hanya gara-gara ada NU dan Muhammadiyah, Al IRSYAD dan PERSIS yang sebenarnya semuanya mengaku BARISAN ISLAM BERGAYA AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH. SUBHAANALLOOH … LAA QUWWATA ILLAA BIL-LAHIL 'ALIYYIL AZDIIM 3x.




Bersambung ke Kisah III ...


Category : | Read More......

0 Response to "WISATA RELIGIUS SMAN 1 KRAKSAAN 2009-2"

Posting Komentar

No Spam, Sara, etc. Thanks

About School

Foto saya
Menuju Sekolah Idaman Sepanjang Zaman * Tahun 1978 s.d. 2005/2006 sebagai SMA Standar Umum. * Tahun 2006/2007 s.d. 2008/2009 sebagai Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) dan Rintisan Sekolah Kategori Mandiri (RSKM). * Membidik Sekolah Bertaraf Internasional.

Clock

Followers

Pesan dan Kesan



Link of SMAN 1 Kraksaan

Copy This Code for Your Web
Copy This Code for Your Web